Siang
itu adalah pertemuan pertamaku dengan pria aneh keras kepala itu. Saat itu
mungkin karena mengantuk dan suasana taman apartemen yang mendukung untuk tidur
siang, aku jatuh tertidur. Bodohnya saat aku terbangun, aku menyadari aku tertidur
dengan kepalaku berada di pangkuan seseorang yang tak ku kenal. Dengan sangat
malu aku pun minta maaf dan buru-buru hendak beranjak dari taman itu. Astagaaaah... Malunyaaaa...
“Ah…
Maaf... Sa saya jatuh tertidur tadi. Mohon maaf… Lebih baik saya pergi saja dan
tidur di kamar… Sekali lagi maaf… Permisi…” dengan canggung dan pipi memerah
aku berniat kabur dari situ.
“Tunggu
sebentar,” pria tinggi kurus itu mencegahku pergi dengan menarik tanganku,
“Siapa namamu?” Dari matanya aku merasakan aura dingin pembunuh.