menjadi dewasa,, mungkin klo masih anak-anak kita bakal bayangin betapa serunya jadi orang dewasa. bebas kemana-mana. bebas mau ngapa-ngapain.
menjadi dewasa, sulitkah? beratkah? menyenangkan kah?
ada embel-embel 'tanggung jawab' di setiap perbuatanmu
ada embel-embel 'pertimbangan' di setiap keputusanmu
ada embel-embel 'konsekuensi' di setiap langkahmu
dan masih banyak embel-embel lain yang 'berat' dan 'capek'
bahkan tidak sedikit para dewasa yang mengaku ingin menjadi anak kecil lagi
terakhir aku mengingat umur, masih 18 tahun,,, dan sekarang udah kepala dua.
terkadang dengan bergidik aku menerawang,
kita akan menjadi dewasa tanpa kita sadari...
cukup dewasa kah aku...?
bolehkah aku tetap jadi anak-anak saja...
aku janji aku akan jadi anak baik yang bijak...
aku gak mau jadi orang dewasa yang dahinya berkerut2 memikirkan yang belum terjadi....
aku gak mau jadi orang dewasa yang sedikit2 mengeluh, stress lalu marah2..
aku mau jadi anak-anak saja.. boleh kah...? bisa kah...?
Jumat, 22 Juni 2012
Kamis, 07 Juni 2012
mendongak vs menunduk
melihat bintang, aku ingin bermimpi
melihat matahari, aku ingin berlari
melihat bulan, aku ingin menyanyi
namun hanya dengan melihat rumput menghijau, aku menjadi terkendali
melihat matahari, aku ingin berlari
melihat bulan, aku ingin menyanyi
namun hanya dengan melihat rumput menghijau, aku menjadi terkendali
Rabu, 23 Mei 2012
Somewhere out there
Somewhere out there
Beneath the pale moonlight
Someones thinking of me
And loving me tonight
Somewhere out there
Someones saying a prayer
That we'll find one another
In that big somewhere out there
* And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star
And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
It helps to think we're sleeping
Underneath the same big sky
Beneath the pale moonlight
Someones thinking of me
And loving me tonight
Somewhere out there
Someones saying a prayer
That we'll find one another
In that big somewhere out there
* And even though I know how very far apart we are
It helps to think we might be wishing on the same bright star
And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
It helps to think we're sleeping
Underneath the same big sky
Selasa, 22 Mei 2012
terkadang yang terlalu sering
Terkadang aku mikir betapa terlalu over-analyze nya aku ini. Bahkan untuk memikirkan apakah aku over-analyze pun aku menjadi over-analyze. *aneh*
Terkadang aku membayangkan berbagai kejadian secara rinci dalam otakku. Rencana-rencana fantastis. Mimpi-mimpi dramatis. Lalu buyar dengan wajah memerah menghadap realita. Aku pun rombak agenda.
Terkadang terbersit di pikiranku untuk menjadi "orang itu" yang pintar. Atau "orang itu" yang supel. Atau "orang itu" yang rajin. Atau "orang itu" yang cantik. Dan sekelebat pikiran itu terhantam ke tepi otakku. Mati seketika.
Terkadang aku bingung dan terlalu bingung. Bahkan saking banyaknya yang aku bingungkan, maka bingung pun menjadi suatu kebiasaan yang membingungkan. apa itu bingung.
Terlalu sering aku berhenti. Tanpa tempat beristirahat.
Terlalu banyak jeda. Tanpa apa-apa.
Terlalu singkat cerita tanpa makna karenanya.
Terkadang aku terlalu capek bahkan hanya untuk berhenti.
Enggan menatap ke depan. segan memandang ke belakang.
Ada apa denganku...
Terkadang aku membayangkan berbagai kejadian secara rinci dalam otakku. Rencana-rencana fantastis. Mimpi-mimpi dramatis. Lalu buyar dengan wajah memerah menghadap realita. Aku pun rombak agenda.
Terkadang terbersit di pikiranku untuk menjadi "orang itu" yang pintar. Atau "orang itu" yang supel. Atau "orang itu" yang rajin. Atau "orang itu" yang cantik. Dan sekelebat pikiran itu terhantam ke tepi otakku. Mati seketika.
Terkadang aku bingung dan terlalu bingung. Bahkan saking banyaknya yang aku bingungkan, maka bingung pun menjadi suatu kebiasaan yang membingungkan. apa itu bingung.
Terlalu sering aku berhenti. Tanpa tempat beristirahat.
Terlalu banyak jeda. Tanpa apa-apa.
Terlalu singkat cerita tanpa makna karenanya.
Terkadang aku terlalu capek bahkan hanya untuk berhenti.
Enggan menatap ke depan. segan memandang ke belakang.
Ada apa denganku...
Minggu, 20 Mei 2012
C.N Blue – 그럴 겁니다… 잊을 겁니다… (I will…forget you…)
그럴겁니다잊을겁니다오늘부터난
Geu-reol geob-ni-da ij-eul geob-ni-da o-neul-bu-teo nan (I will forget you. Starting today,)
그대란사람모르는겁니다한번도본적없는겁니다
Geu-dae-ran sa-ram mo-reu-neun geob-ni-da han-beon-do bon jeok eobs-neun geob-ni-da (I don’t know you. I have never seen you.)
길을걷다가도스친적없는
Gil-eul geot-da-ga-do seu-jin jeok eobs-neun (We never even walked pass each other)
괜찮습니다잊었습니다바쁜일상에행복하죠
Gwaen-chanh-seub-ni-da i-jeott-seub-ni-da ba-bbeun il-sang-e haeng-bok-ha-jyo (I’m okay. I forgot everything. I’m happy with my busy life)
근사해보이는사람도만나고
Geun-sa-hae bo-i-neun sa-ram-do man-na-go (I’ve met a great person too.)
사랑이다그렇죠시간이가면희미해져
Sabtu, 04 Februari 2012
sejenak sajak
sejenak sajak mengalir di benak...
berombak..
sekelebat asa menggantung
bersenandung
sehampar rasa bertebaran
lirih, mengaduh
sekelumit tanda tanya menyeruak
mengganggu
berkedok intermezo ia datang
hujan, banjir, badai
berkali-kali ku gelengkan kepala
mencoba berkata 'tidak'
walau dengan suara bergetar
namun tetap tidak bisa
ada yang salah, entah...
mungkin ia hanya abadi dalam benak
yaa,, teruntai sajak walau sejenak
lalu kabut kelabu kembali menutupi
lirih ku dengar ia berkata
'sampai nanti'
dan hujan pun kini benar-benar luruh
berombak..
sekelebat asa menggantung
bersenandung
sehampar rasa bertebaran
lirih, mengaduh
sekelumit tanda tanya menyeruak
mengganggu
berkedok intermezo ia datang
hujan, banjir, badai
berkali-kali ku gelengkan kepala
mencoba berkata 'tidak'
walau dengan suara bergetar
namun tetap tidak bisa
ada yang salah, entah...
mungkin ia hanya abadi dalam benak
yaa,, teruntai sajak walau sejenak
lalu kabut kelabu kembali menutupi
lirih ku dengar ia berkata
'sampai nanti'
dan hujan pun kini benar-benar luruh
Senin, 16 Januari 2012
Malaikat Jatuh
“Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau darimana…
Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan…
Aku mencintaimu seperti ini karena tak ada cara lain untuk mencintaimu…”
- Malaikat Jatuh-
Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan…
Aku mencintaimu seperti ini karena tak ada cara lain untuk mencintaimu…”
- Malaikat Jatuh-
Minggu, 18 Desember 2011
Kagum, Suka, Sayang, Cinta ...
Aku kagum sama
dia. Kagum itu objektif, murni tanpa ada embel-embel pribadi. Banyak orang bisa
kagum dengan seseorang yang sama. Itu objektif. Karena memang orang itu pantas
untuk dikagumi. Tidak perlu kenal dengannya untuk bisa mengaguminya. Bahkan
kita tidak perlu berada di waktu dan tempat yang sama dengan seseorang yang
kita kagumi tersebut. Kita bisa saja kagum pada sosok seseorang karena
kepribadiannya, kepemimpinannya, kebijaksanaannya, rupanya, kecerdikannya,
maupun hartanya. Untuk mengagumi seseorang tidak diperlukan syarat apapun
selain terpesona.
Aku suka sama
dia. Suka itu mulai sedikit relatif. Tergantung selera masing-masing pribadi.
Rasa suka itu biasanya muncul ketika seseorang tersebut sudah mulai sering
mengambil peran dalam hidup kita. Kita bisa suka pada banyak orang, karena
memang ternyata ada banyak sifat yang kita sukai. Itu sebabnya kita punya
teman. Karena mereka selalu menemani kita, kita jadi suka mereka. Tapi belum
tentu apa yang kita suka itu sesuai dengan kita. Kita suka dengan orang yang
pandai bicara, namun belum tentu akan menjadi baik bagi kita bila semua teman
kita pandai berbicara. Suka itu muncul dengan suatu penyebab. Tak perlu
terpesona, namun yang pasti ia muncul secara rasional.
Minggu, 04 Desember 2011
imajinasi anak kecil
Pernah gak waktu kecil kita memikirkan sesuatu yang aneh2? Aku dulu sering berimajinasi, bagaimana seandainya jika kita bisa seperti cicak/ semut? yang kalo kita liat dari bawah jalannya terbalik, mereka bebas jalan di langit2 rumah. Kayaknya asyik tuh bisa melihat lampu yang ada di kaki„, dan, kursi serta perabotan ada di atas kepala. Aku juga pernah berimajinasi, gimana kalo tubuh kita bisa mengecil? kan enak bisa kenyang banget meskipun cuma makan kue yg kecil.
Waktu kecil pasti kita pernah berangan-angan untuk menemukan sesuatu yang baru. Aku dulu sering liat bintang2 di langit sambil menduga2 apakah ada bumi lain di luar sana? atau adakah makhluk lain yg hidup diluar sana? Mengapa jagad raya ini begitu besar? Aku berimajinasi untuk menemukan suatu alat canggih yang mampu membuat kita pergi ke angkasa raya tanpa harus repot, (hmmm, kebanyakan nonton film kartun nihh). Atau, mungkinkah dibawah tanah yang kita injak ini ada kehidupan di dalamnya? aku dulu pernah berfikir bahwa bumi itu berlapis2. kalo mau ke tempat yg jauh harus naik pesawat karena letaknya ada di lantai yang berbeda. trus, kalo ada hujan turun berarti penghuni bumi di lantai atas sedang menyiram air ke bawah. hehehehe, aneh2 aja niih.
Semakin kita beranjak dewasa, imajinasi kita itu berubah menjadi mimpi2 yang lebih realistis. Kita tidak lagi memikirkan kekuatan super apa yang kita miliki. Kita mulai mencari dan mengumpulkan sedikit demi sedikit kekuatan untuk mencapai mimpi2. Semakin dewasa lagi kita tidak hanya memikirkan mimpi untuk masa depan, tapi juga mulai melakukan evaluasi atas apa yg telah dilakukan, untuk menjadi pembelajaran bagi pencapaian mimpi selanjutnya.
Kadang ada orangtua yang khawatir bila anaknya berimajinasi berlebihan. Padahal imajinasi adalah hal bagus, menjadi awal dari mimpi dan kreativitas. Aku bahkan masih sering berimajinasi kok… intinya, jangan takut berimajinasi asalkan positif…
Sabtu, 03 Desember 2011
Berjalan Mundur (?)
Melupakan seseorang secara perlahan itu seperti berjalan mundur dari suatu tujuan yang sudah (atau hampir) tercapai.
Kita berjalan mundur, sambil tetap melihat dia, tetap menatap dia.
Berjalan mundur perlahan, dengan pandangan berkabut.
Berjalan mundur, hingga ia terlihat sangat kecil, tetap berjalan mundur.
Hingga kemudian saat ia sudah tak terlihat kita berbalik arah, sedikit berlari.
Lalu mulai berjalan lagi tanpa arah.
Ke arah manapun, yang penting bukan ke arah dia lagi.
Dan bagian yang paling sedih adalah saat kau menyadari ternyata kau sedang berjalan mundur.
Kau sekarang menangis menyadarinya, kau ingin berteriak padanya. Ingin memberitahunya bahwa sebentar lagi dia akan menjadi titik. Ingin memerintahkannya untuk berlari mengejarmu. Namun hal paling jago yang bisa dilakukan ternyata hanya menangis sambil tetap berjalan mundur.
Kita berjalan mundur, sambil tetap melihat dia, tetap menatap dia.
Berjalan mundur perlahan, dengan pandangan berkabut.
Berjalan mundur, hingga ia terlihat sangat kecil, tetap berjalan mundur.
Hingga kemudian saat ia sudah tak terlihat kita berbalik arah, sedikit berlari.
Lalu mulai berjalan lagi tanpa arah.
Ke arah manapun, yang penting bukan ke arah dia lagi.
Dan bagian yang paling sedih adalah saat kau menyadari ternyata kau sedang berjalan mundur.
Kau sekarang menangis menyadarinya, kau ingin berteriak padanya. Ingin memberitahunya bahwa sebentar lagi dia akan menjadi titik. Ingin memerintahkannya untuk berlari mengejarmu. Namun hal paling jago yang bisa dilakukan ternyata hanya menangis sambil tetap berjalan mundur.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)